Diet Tanpa Ribet

Diet-Tanpa-Ribet-Cara-Cepat-KurusMemilik tubuh yang ideal memang menjadi dambaan setiap orang. Tak jarang, kita yang khawatir dengan kegemukan sering berpikir jumlah makanan yang hendak disantap. Demi menjaga bentuk tubuh, kita sering mengingat-ingat sudah berapa banyak asupan makanan yang masuk dalam tubuh dan jumlah kalori yang ada dalam makanan tersebut.

Tidak sedikit dari kita yang mencoba hal itu tetapi tidak berpengaruh apapun dalam mengurangi bobot badan, bahkan menjadi semakin gemuk. Situs Mail Online melansir sebuah penelitian yang mengungkapkan, besar kemungkinan orang yang terlalu menghitung jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh justru tak berhasil menurunkan berat badan.

Banyak yang mengatakan, kita seharusnya memilih makanan-makanan sehat yang mampu mencegah lapar dan meninggalkan rasa kenyang lebih lama. Dengan hal itu, diyakini kita tak perlu mengkhawatirkan kalori karena jenis makanan yang dipilih sudah benar.

Di balik semua itu, sebenarnya ada hal yang yang sangat penting untuk diingat. Salah seorang dokter dalam sebuah program televisi, Chris Van Tulleken, mengatakan tidak semua kalori yang kita konsumsi sama. Ia menjelaskan, hal ini seperti saat mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang sama. Ada makanan yang mempunyai kesamaan dalam jumlah kalori tetapi memiliki efek berbeda pada tubuh, seperti lebih mengenyangkan dan mencegah rasa lapar datang lebih cepat.

“Kita bisa memakan apapun yang kita sukai. tetapi perlu diingat, makanan seperti coklat atau minuman bersoda tak akan membuat kita puas karena konsumsi seperti ini tidak mengandung kalori atau nol kalori,” ujar Chris.

Makanan yang direkomendasikan olehnya justru yang memiliki kalori besar tetapi mudah dicerna, seperti brokoli dan kale misalnya. Kalori yang terkandung di dalamnya mampu memenuhi nutrisi dalam tubuh. Bahkan, karena waktu lama yang dibutuhkan jenis sayuran ini untuk dicerna dalam usus, kita dapat merasa kenyang lebih lama sehingga tidak ingin menambah makanan lain sebagai pencuci mulut.

Sup juga dikatakan sebagai makanan yang sangat tepat untuk dikonsumsi bila kita ingin mendapatkan rasa kenyang yang lebih lama. Bahkan, rasa asin dari garam yang ada dalam semangkuk sup bisa memberikan energi lebih untuk memudahkan kita malakukan aktifitas.

Selain jenis makanan pintar seperti yang dikatakan Chris, tekstur makanan juga sangat mempengaruhi cara kerja pengolahan makanan di dalam tubuh. Semakin tinggi energi yang dibutuhkan untuk mencerna, maka semakin sedikit tambahan yang masuk ke dalam tubuh.

Jenis makanan dengan jumlah kalori yang sama seperti roti gandum mentega dan roti putih selai kacang mungkin bisa menjadi contoh. Meski keduanya memiliki jumlah kalori yang sama, tetapi dibutuhkan lebih banyak energi untuk mengolah roti gandum mentega dalam tubuh sehingga jumlah kalori yang ada dalam tubuh kita pada akhirnya akan menjadi lebih sedikit dari yang kita perkirakan.

Matthew Capehom, dokter sekaligus direktur Nastional Obesity Forum Inggris mengatakan, kalori bisa dipandang sebagai alat yang berguna. Jumlah asupan kalori yang masuk dalam tubuh pun harus sesuai dengan jumlah normal. Idealnya adalah: bagi laki-laki sekitar 2.500 kalori dan perempuan 2.000 kalori.

“Intinya, kalori jangan dijadikan sebagai fokus dlaam penurunan berat badan. Jaga dengan baik asupan serta pola makan dan tidak melebihi ketentuan jumlah ideal yang disarankan,” kata Matthew.

Diet tanpa ribet bukan?

# Dinukil dan diadopsi dari berbagai sumber oleh Aminul Fajri

Password Reset

Please enter your e-mail address. You will receive a new password via e-mail.