makanan-yang-bikin-perut-cepat-buncitPerut buncit tentu saja menjadi masalah bagi sebagian besar orang. Perut buncit sebetulnya tidak hanya dialami oleh orang yang kelebihan berat badan atau obesitas saja, tetapi orang dengan berat badan ideal pun, kadang kala juga memiliki perut yang buncit. Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa perut buncit pada pri itu justru seksi. Tetapi benarkah demikian ? Nah, di bawah ini adalah makanan yang bikin perut cepat buncit.

Makanan dengan kandungan lemak yang tinggi adalah penyebab utama lemak berlebihan di perut. Kandungan lemak dalam makanan yang tidak tercerna dengan cepat disimpan sebagai lemak dalam tubuh.

Namun, bukan berarti kita harus menghindari semua jenis makanan yang mengandung lemak agar perut tidak buncit. Sebagian lemak ada yang termasuk lemak baik atau lemak sehat. Jadi, apa saja makanan yang sebaiknya dihindari agar perut tidak buncit?

Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari agar tidak memiliki perut yang buncit antara lain:

1. Gula Alkohol
Pengganti gula, seperti xylitol atau maltitol, sering ditemukan pada produk rendah kalori atau rendah karbohidrat produk seperti kue, permen, dan coklat.

2. Sayuran mentah dan buah-buahan dengan pemanis
Satu setengah porsi cangkir wortel yang dimasak memberikan nutrisi yang sama seperti satu cangkir wortel mentah, tetapi akan memakan sedikit ruang dalam saluran pencernaan.

Maka sebaiknya makanlah sayuran yang dimasak, porsi kecil buah, dan buah-buahan kalengan dalam jus alami tanpa pemanis. Pilihan makanan tersebut akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa memperluas saluran pencernaan dengan volume ekstra.

3. Garam
Hindari makanan yang banyak mengandung garam dan makanan yang diproses dengan garam.
Air tertarik terhadap natrium, sehingga ketika mengonsumsi makanan yang mengandung garam yang lebih tinggi, dapat menyebabkan retensi cairan. Hal tersebut dapat menyebabkan perasaan lesu, penampilan yang lebih gemuk, dan berat tambahan dari air.

4. Minuman tinggi asam
Alkohol, kopi, teh, cokelat panas, dan jus buah yang mengandung asam, masing-masing minuman tinggi asam tersebut dapat mengiritasi saluran pencernaan dan menyebabkan pembengkakan.

5. Kelebihan Karbohidrat
Sebagai sumber energi cadangan, otot-otot tubuh dapat menyimpan jenis karbohidrat yang disebut glikogen. Setiap gram glikogen yang disimpan setara dengan sekitar 3 gram air. Tetapi kecuali jika melakukan latihan fisik atau olahraga, maka kelebihan karbohidrat tidak akan tersimpan.

Penurunan asupan karbohidrat sementara waktu dapat melatih tubuh untuk mengakses bahan bakar yang tersimpan dan membakarnya. Pada saat yang sama, tubuh akan mengalirkan kelebihan cairan yang tersimpan.

6. Makanan pedas
Makanan yang dibumbui dengan lada hitam, pala, cengkeh, bubuk cabai, saus panas, bawang merah, bawang putih, mustar, saus barbeque, lobak, saus, saus tomat, atau cuka semua dapat merangsang pelepasan asam lambung. Pelepasan asam lambung dapat menyebabkan iritasi. Iritasi pada lambung dapat menyebabkan pembengkakan.

7. Makanan yang mengandung gas
Makanan tertentu menyebabkan lebih banyak gas dalam saluran pencernaan. Makanan tersebut termasuk kacang polong, kembang kol, brokoli, kubis Brussel, kol, bawang, paprika, dan buah jeruk.

8. Permen Karet
Bayak orang yang tidak menyadari ketika mengunyah permen karet, akan menelan udara. Semua udara yang terjebak dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan tekanan, kembung, dan ekspansi perut.

9. Makanan yang digoreng
Makanan berlemak, khususnya yang digoreng, menyebabkan dicerna lebih lambat. Tentunya hal tersebut menyebabkan perut terasa berat dan kembung. Untuk diet sehat bukan berarti tidak makan lemak sama sekali, namun makanan berlemak yang dipilih adalah jenis lemak yang sehat.

Lemak baik atau sehat dapat disebut dengan MUFA, yang merupakan asam lemak tak jenuh tunggal. MUFA baik bagi orang yang sulit menurunkan lemak perut. MUFA dapat ditemukan dalam minyak (seperti minyak zaitun), buah zaitun, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan cokelat.

10. Minuman berkarbonasi
Minuman berkarbonasi mengandung gelembung-gelembung udara. Tentunya gelembung-gelembung tersebut akan berakhir di perut. Maka hindarilah minuman yang berkarbonasi.

# Dinukil dan diadopsi dari berbagai sumber oleh Erin Wintantin